Jumat, 18 Februari 2011

Teman saya yang bernama "oboy"

Sebenarnya, tulisan ini ditujukan untuk menindaklanjuti tulisan sodara kalstjart di blognya. Hehe. Saya pribadi cukup terhibur dengan menjadi objek tulisan di blognya. Maka dengan ini, saya akan menuliskan bagaimanakah sosok Kalstjart Trisky Bawar itu sendiri. (anda patut berbahagia karena profil anda akan dibeberkan di blog saya, kalstjart). Dari namanya, anda mungkin menganggap bahwa dia adalah keturunan jerman blasteran Nigeria. Mari kita berteriak, O tidak bisa. Ya, karena dia asli tulen keturunan Indonesia. 100% Indonesia. (tapi, kok namanya unik ya?). Ya, sesuai dengan namanya, karakternya pun terbilang unik bin ajaib. (Kok, bisa bertemu dengan orang se unik itu?). Baiklah selanjutnya akan diceritakan sejarah pertemuan saya dengannya.

Pertama kita berjumpa tak lain dan tak bukan adalah karena bakat. Ya, “bakating ku butuh”. Awalnya, saya mengalami kesulitan yang cukup akut dalam mengatasi permasalahan komputer yang tak kunjung sembuh akibat virus. Hal ini berimbas dengan hilangnya data tugas akhir ibu saya. dengan demikian, kalang kabutlah ibu saya karena tugas tersebut akan dkumpulkan beberapa hari lagi. Parahnya belum direvisi. Oleh karena itu, saya mencari jasa perbaikan komputer secara pribadi. Saya mencurahkan segenap masalah saya terhadap semua teman saya, termasuk nova. Nah, dialah penghubung saya dengan kalstjart. Kalstjart ini adalah teman dari adiknya teman saya (Nova) yang masih kelewat “unyu”. Awalnya saya menyangka kalau dia adalah pacarnya Nova. Ternyata, tidak. (tapi saya tidak tahu bagaimanakah perasaan mereka). Intinya, karena dia ahli dalam hal komputer, maka sembuhlah Komputer ini seperti sedia kala. Berhubung saya sedang mengalami masalah financial yang cukup akut, maka saya menghargai jasa mereka dengan hanya Rp. 20.000. YA HANYA Rp. 20.000!!!. Dan itu membuat saya dimarahi oleh ibu saya karena tidak menghargai jasa mereka dan membuat saya menyesal. Secara, rumah mereka berada di ujung bandung kalau ditinjau dari sudut pandang orang cimahi. Hehe. Maka, tak pelak untuk menutupi rasa bersalah saya, saya memberi (baca:menyogok) Kalstjart roti brownies. Roti brownies kecil. Hehe. (awalnya saya membeli roti brownies ukuran sedang, namun karena berbagai hal, brownies tersebut jatuh ke tangan orang lain. Hehe). Karena itulah, awal mula saya dan Kalstjart menjalin pertemanan didunia maya dan nyata. Pertemanan kami diawali dengan hanya satu modal, modal SKSD hehe.baiklah, Selanjutnya mari kita panggil dia “oboy” saja untuk memudahan penulisan. (kenapa harus “oboy”?). Dalam kamus saya, mungkin bisa diartikan “O” karena postur tubuhnya yang membentuk huruf “O” dan boy untuk laki – laki. Jadi secara harfiah bisa diartikan cowok yang berpostur seperti huruf “O”. hahaha. (ngarang ini pemirsa)

Okey, kita lanjut terhadap bagaimanakah karakter oboy dari sudut pandang seorang annisa. Seperti kebanyakan orang, dia berkarakter standar alias baik. (baik karena sudah menolong sesama). Tidak itu juga, dia setia. (kenapa setia?). buktinya dia mampu menunggu teman saya (Nova), yang sungguh sangat luar biasa sifat orang Indonesia sekali (telat) saat menuju ke pernikahan teman saya. selain itu ada satu hal yang membuat saya cukup iri. Ya, karena dia masih “unyu”. Dimana saya sudah berkutat dengan ke “kokobil” (kolot – kolot labil)an, dia masih ababil (abg labil). Ya, umurnya masih seumur jagung bonggol. Dia muda dibandingkan saya. walau demikian, “keunyuan” saya tak kalah dari dia. Hehe. Tapi walau muda dibanding saya, dia sudah memiliki pandangan jauh kedepan. (“ngomong naon sih urang?”). intinya, jika kalian ingin berkenalan dengan dia, bisa mengunjungi blognya di www.artskywar.blogspot.com. Orangnya easy “gowes” kok. Hehe.

NB:

Sulit sekali saat mengetik karakter – karakter dia diatas. Entah mengapa tiba – tiba keyboard saya tidak bisa dipakai untuk mengetik. Contohnya adalah saat saya mengetik “oboy baik”,tiba – tiba keyboardnya nge “heng”. Akan tetapi jika mengetik “annisa baik”, keyboardnya bekerja dengan sangat baik. Hehe.

Berhubung dia menyertakan foto saya yang “unyu” di blognya, maka saya juga akan menyertakan foto dia dibawah ini.


Eh,salah upload. Ternyata saya tidak punya foto dia. Haha. Yasudahlah.

Sabtu, 12 Februari 2011

vespa oh vespa

Cerita ini bermula saat ayah saya ditawari sebuah motor yang “jadul” berjudul motor vespa. Ya, motor jadul berwarna biru telur asin. Awalnya ayah saya tertarik dengan motor tersebut, pertama karena berharga murah (hanya Rp. 800.000 saja), kedua masih layak untuk dibawa jalan – jalan sore ke landasan (kebetulan rumah saya dekat dengan landasan pesawat terbang yang biasa dikunjungi warga rame – rame untuk jogging), dan terakhir (inilah hal yang paling krusial) bebas dari biaya pajak motor pemerintah, hehe. Bebas dari pajak mungkin karena motor ini termasuk motor tua ya. Hehe. Kemudian ayah saya berkata bahwa motor tersebut, dulu sama terkenalnya dengan motor yang saya gunakan sekarang (merk disensor). Karena penasaran tentang vespa, iseng – iseng saya sedikit googling. Ternyata vespa di produksi pertama kali pada tahun 1945 (wah, saya belum lahir!). Kata ”Vespa” berasal dari kata ”Wesp” yang berarti ”binatang penyengat atau lebah”. Ya, kalau dilihat sekilas memang Nampak seperti lebah. Menggembung di pinggirnya. Dan intinya merebak dan populerlah di Indonesia.

Nah, kembali ke cerita, setelah terjadi perdebatan panjang nan melelahkan dengan segenap anggota keluarga, maka kami sekeluraga mengambil kesimpulan bahwa motor vespa tersebut TIDAK JADI DIBELI, hehe. Pertama saya menganggap “duh jadul banget sih pake motor begituan”, kedua “mending uangnya dikasihin ke saya, buat beli kamera digital, haha”, terakhir (ini yang paling krusial yang disebutkan adik saya) “mending dipake buat beli motor baru yang lebih bagus yang model jaman sekarang gituh”. Nah, alasan ketiga itulah yang membuat ayah saya mengurungkan niatnya untuk membeli motor vespa tersebut. – alibi adik saya yang merengek meminta motor baru -.

Tapi, jangan salah. Kalu dipikir – pikir motor vespa kadang tidak terlihat jadul loh. Buktinya di tahun awal saya kuliah, saya menemukan motor vespa yang paling unik se – universitas yang pernah saya liat sepanjang awal masuk perkuliahan. Ya, motor vespa yang sedikit di modifikasi. Ya, motor ini benar – benar motor unik sehingga tidak henti – hentinya saya bergumam “unyu bangeeudh deh!!”. Saya melihat motor vespa “unyu” di tempat parkir kampus saya itu saat pulang kuliah. Kemudian saya berucap kepada teman baik saya, sebut saja dia uswatun.

“wew, gilaa lucu banget tun motornya! Unik ih, lucu pisan, bagus banget (-kelewat 4lay kala itu)”

“eh, bener nis. Bagus ya. Foto yuk motornya!” kata teman saya.

Dan seketika itu juga kita pun memoto motor itu. Ya, sesuai dengan moto kita saat itu (masih sih sekarang juga) “narsis dimana, kapan dan dengan apa saja” dan “abadikan harimu dengan berfoto – foto”. Jadi, kapan pun ada sesuatu yang unik atau aneh, pasti kita foto. Termasuk motor vespa unik itu. Sesi pertama pemotretan vespa berjalan dengan mulus tanpa hambatan walau banyak orang melihat apa yang kita lakukan. Tapi kita sih masa bodoh dengan itu. Yang penting dapat gambar vespanya.

Namun ada seorang laki laki yang benar – benar sangat memerhatikan kita yang sedang pasang pose bagus untuk memoto motor vespa itu. Dan saat kita masih dalam suasana khusuk untuk memoto vespa itu, datanglah laki – laki itu bersama seorang wanita (pacarnya mungkin ya). Ya, dia menghampiri kita. Deg, terkejutlah kita berdua. Dengan muka bingung dia memegang vespa unik itu dan tersenyum kepada kita. Saya berpikir “EBUSYETTT, ITU YENG PUNYANYE DATENG DONG BO!’. Oke, tanpa pikir panjang, saya pun langsung pergi seribu langkah dengan rasa malu yang mendera. Tapi entah mengapa ada yang mengganjal dalam pikiran. Oh iya ngomong – ngomong MANE SI USWATUN??. Saya langsung melongok kebelakang. Eh dia masih disana. Iya, disana!!ditempat yang punya itu vespa. Saya berpikir “ajegilee,knape msh disitu! tun kemon kita caw!!”. Dan temanku yang satu ini Baru “ngeh” laki – laki itu yang punya vespa. Pertama yang dia lakukan adalah tersenyum tersipu (baca:senyum maksa). Kedua dia pun jalan santai nan wajar (baca: jalan buru2 gemeteran). Ketiga KITA NGAKAK SEJADI JADINYA HAKHAKHAK….

NB:

Entah mengapa setelah itu, vespa itu tidak pernah terlihat lagi sampai sekarang. Mungkin si empu nya vespa berpikir “oh saya lagi ga punya uang nih, jual ah!”. Itu kemungkinan pertama. Kemungkinan kedua “wah, sepertinya sudah ada pencuri yang menargetkan vespa ku yang unyu ini, jual ah!”. TIDAK KAMI BUKAN PENCURI KOK. Kami hanya terkesima melihat vespa kamu yang “unyu”…

Dibawah ini adalah gambar vespa “unyu” tersebut



“unyu” kan, coba liat ada tas ditengah jok nya mirip kantung ajaib doraemon dengan keranjang dibelakangnya. Simple tapi “unyu” (kata saya sih).

Selasa, 08 Februari 2011

pemansan..-cek cek bebi cek-

Ya, tulisan ini perdana dalam blog saya. Awalnya mau menuliskan blog yang bertemakan kebahasaan sesuai dengan judul besarnya. Tetapi berhubung mungkin terlalu “menarik” bagi sebagian kalangan saja, jadi mungkin blog ini akan akan bertuliskan sebagaimana cerita- cerita pengalaman dan hal – hal yang menarik seputar kehidupan saya. tetapi tetap kok menulisnya menggunakan bahasa. menggunakan bahasa lisan tentunya, supaya lebih mudah saja menyampaikannya. Saran dan kritik akan saya terima dengan ikhlas (serasa buku ya?). So, enjoy!!!